Faktor Penghambat Pengembangan Diri
1.
Faktor yang
berasal dari lingkungan
Sistem yang dianut, kadang-kadang sistem yang
berlaku dalam lingkungan kita, apakah dalam pekerjaan pendidikan atau
lingkungan sosial dimana kita berada, tanpa disadari menghambat pengembangan
diri kita, misanya diberlakukannya sistem senioritas dalam jenjang jabatan
diman kita bekerja. Tanggapan atau sikap / kebiasaan dalam lingkungan
kebudayaan. Kadang-kadang tradisi atau kebiasaan yang berlaku menghambat
perwujudan dari perkembangan diri seseorang. Misalnya kita memiliki ide untuk
kemajuan organisasi / instansi kit, tapi dalam forum tersebut banyak sekali
senior yang jabatannya lebih tinggi, sehingga kita ragu untuk mengemukakan
pendapat kita, karena takut dinilai tidak bagus. Itu menjadi salah satu faktor
penghambat kita dalam organisasi, seharusnya diri kita sudah bisa mengemukakan
pendapat tetapi ini malah jadi penghambat.
2.
Faktor yang
berasala dari individu sendiri
Faktor tujuan hidup yang tidak atau belum tergambar
dengan jelas. Faktor motivasi dan faktor keengganan untuk menelaah diri. Kadang-kadang
manusia takut untuk menerima kenyataan bahwa ia memiliki kekurangan ataupun
kelebihan pada dirinya. Sebenarnya ada atau tidaknya kekurangan dan kelebihan
pada diri kita, itu bukan menjadi penghambat utama, melainkan bagaimana kita
memanfaatkan kekurangan kita agar menjadi kelebihan kita.
3.
Faktor usia
Kadang-kadang orang yang sudah tua dalam usia tidak
melihat bahwa kearifan dan kebijaksanaan dapat dicapainya. Mereka cenderung
memandang usia muda lebih hebat karena produktif. Dalam kenyataannya tidak
seperti itu, mau kita tua atau muda jika kita memang benar-benar ada niat dalam
diri kita, pasti semua bukan menjadi penghambat melainkan menjadi pendorong
untuk kemajuan diri kita.
Memang banyak
aspek yang membantu dalam pengembangan kepribadian kita, namun sebenarnya
masalah itu bisa diatasi dengan cara :
1. Bicara adalah perkara mudah. Namun, hanya bicara
yang diikuti oleh tindakan yang tepat membuat segalanya lebih baik.
2. Anda tidak dapat mencapai kemajuan apabila selalu
mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama. Oleh karena itu, mengubah cara harus
sering dilakukan meskipun dapat membuat anda merasa kurang nyaman.
3. Harus berusaha menghentikan kebiasaan yang tidak
baik dengna sungguh-sungguh.
4. Semakin lama anda tenggelam dalam perilaku yang
merugikan sendiri, semakin lama anda harus berjuang untuk menghentikannya.
5. Menghindari tindakan yang anda kuatirkan gagal hanya
dapat mengurangi kemasan anda sementara. Dalam jangka panjang, penghindaran ini
justru dapat berakibat buruk. Oleh karena itu lebih baik menghadapinya,
ketimbang menghindar.
6. Maka sering anda berfikir bahwa anda tidak berguna
dan tidak berharga setelah mengalami kegagalan, semakin sulit anda mencapai
keberhasilan.
7. Kalau anda sendiri ingin menemukan kedamaian dan
kegembiraan didunia dan Insya Allah di surga nanti, atau ingin menjadi lebih
baik, maka kita harus memaksa diri untuk melakukannya.