Selasa, 01 Desember 2015

Faktor Penghambat Pengembangan Diri

Faktor Penghambat Pengembangan Diri

1.    Faktor yang berasal dari lingkungan
Sistem yang dianut, kadang-kadang sistem yang berlaku dalam lingkungan kita, apakah dalam pekerjaan pendidikan atau lingkungan sosial dimana kita berada, tanpa disadari menghambat pengembangan diri kita, misanya diberlakukannya sistem senioritas dalam jenjang jabatan diman kita bekerja. Tanggapan atau sikap / kebiasaan dalam lingkungan kebudayaan. Kadang-kadang tradisi atau kebiasaan yang berlaku menghambat perwujudan dari perkembangan diri seseorang. Misalnya kita memiliki ide untuk kemajuan organisasi / instansi kit, tapi dalam forum tersebut banyak sekali senior yang jabatannya lebih tinggi, sehingga kita ragu untuk mengemukakan pendapat kita, karena takut dinilai tidak bagus. Itu menjadi salah satu faktor penghambat kita dalam organisasi, seharusnya diri kita sudah bisa mengemukakan pendapat tetapi ini malah jadi penghambat.
2.    Faktor yang berasala dari individu sendiri
Faktor tujuan hidup yang tidak atau belum tergambar dengan jelas. Faktor motivasi dan faktor keengganan untuk menelaah diri. Kadang-kadang manusia takut untuk menerima kenyataan bahwa ia memiliki kekurangan ataupun kelebihan pada dirinya. Sebenarnya ada atau tidaknya kekurangan dan kelebihan pada diri kita, itu bukan menjadi penghambat utama, melainkan bagaimana kita memanfaatkan kekurangan kita agar menjadi kelebihan kita.
3.    Faktor usia
Kadang-kadang orang yang sudah tua dalam usia tidak melihat bahwa kearifan dan kebijaksanaan dapat dicapainya. Mereka cenderung memandang usia muda lebih hebat karena produktif. Dalam kenyataannya tidak seperti itu, mau kita tua atau muda jika kita memang benar-benar ada niat dalam diri kita, pasti semua bukan menjadi penghambat melainkan menjadi pendorong untuk kemajuan diri kita.
Memang banyak aspek yang membantu dalam pengembangan kepribadian kita, namun sebenarnya masalah itu bisa diatasi dengan cara :
1.      Bicara adalah perkara mudah. Namun, hanya bicara yang diikuti oleh tindakan yang tepat membuat segalanya lebih baik.
2.      Anda tidak dapat mencapai kemajuan apabila selalu mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama. Oleh karena itu, mengubah cara harus sering dilakukan meskipun dapat membuat anda merasa kurang nyaman.
3.      Harus berusaha menghentikan kebiasaan yang tidak baik dengna sungguh-sungguh.
4.      Semakin lama anda tenggelam dalam perilaku yang merugikan sendiri, semakin lama anda harus berjuang untuk menghentikannya.
5.      Menghindari tindakan yang anda kuatirkan gagal hanya dapat mengurangi kemasan anda sementara. Dalam jangka panjang, penghindaran ini justru dapat berakibat buruk. Oleh karena itu lebih baik menghadapinya, ketimbang menghindar.
6.      Maka sering anda berfikir bahwa anda tidak berguna dan tidak berharga setelah mengalami kegagalan, semakin sulit anda mencapai keberhasilan.

7.      Kalau anda sendiri ingin menemukan kedamaian dan kegembiraan didunia dan Insya Allah di surga nanti, atau ingin menjadi lebih baik, maka kita harus memaksa diri untuk melakukannya.

Tidak ada komentar: